4 Hal yang Harus Berhenti Kamu Pikirkan, Bila Sudah Di Tahun Terakhir Jadi Anak Kuliahan

By Pradnya Wardhani

Kira-kira ada tiga masa dari menjadi mahasiswa. Masa pertama adalah era menjadi mahasiswa baru, dengan segala ospek dan macam kegiatannya. Tahap kedua adalah masa pertengahan, dengan segala tugas dan tuntutan nilainya. Dan yang terakhir adalah masa-masa angkatan tua, dengan segala kesuramannya.

Tentu yang jadi prioritas pun berbeda. Saat maba, adalah semangat-semangatnya menyambut hidup baru sebagai mahasiswa. Di tahun kedua atau ketiga, kamu sibuk mengikuti kegiatan ini dan itu dan bersaing tinggi-tinggian IPK. Tahu ke empat adalah masa yang sangat krusial, karena ada semester terakhir yang katanya adalah masa sebenar-benarnya mahasiswa.

Berjibaku dengan tugas akhir dan segala persiapan menyambut kehidupan setelah sarjana, ada beberapa hal yang seharusnya tidak lagi kamu pikirkan.

1. IPK Tinggi

Image credit: ultimatecoupons.com

Memang ada kebanggaan saat mendapatkan nilai yang tinggi. Apalagi IPK yang 4 bulat sempurna. Seolah-olah segala jerih payah belajar terbayar sudah. Tak sia-sia mencatat setiap kuliah atau fotokopi catatan teman serta begadang menjelang ujian.

Akan tetapi, memasuki dunia kerja nanti, IPK tinggi bukanlah satu-satunya penentu. Nilai yang bagus memang perlu, namun soft skill yang lain seperti pengalaman berorganisasi atau aktivitas non-akademik lainnya tak kalah pentingnya. Menyiapkan momen ini, kamu bisa berhenti terobsesi pada IPK tinggi menjelang tahun terakhirmu. Bukan berarti tak peduli, tapi pikirkan juga hal-hal kecil selain nilai.

2. Hidup yang lebih sepi, karena semua sibuk sendiri

Image credit: azlyrics.com

Soal dunia kampus, rasanya tak lengkap bila tidak membicarakan soal teman-teman yang menyenangkan. Mulai dari teman sejurusan, teman satu fakultas, hingga teman-teman di organisasi. Rasanya selepas jam kuliah hidup tak pernah sepi, bisa nongkrong bersama ke sana ke mari.

Jangan sakit hati bila di semester terakhirmu nanti, hidup terasa lebih sepi dari biasanya. Bila datang ke kampus, kamu hanya menemui wajah-wajah asing adik tingkat yang tidak kamu kenal. Wajar, karena teman-teman seangkatanmu sibuk dengan skripsi masing-masing. Sepertimu, hidup mereka juga berkisar dari perpus ke ruang bimbingan saja.

3. Beli ini dan itu sesuka hati, keuanganmu akan berat sekali

Image credit: floridapolitics.com

Di semester terakhir ini kebutuhanmu akan banyak sekali. Kertas-kertas akan menumpuk di kamar penuh dengan coretan dosen untuk revisi. Lalu bahan-bahan skripsi dan tugas akhir yang harus dibeli ataupun difotocopi. Jangan lupakan juga soal angket-angket yang harus kamu sebar untuk mengambil data.

Setelah skripsimu dinyatakan lulus oleh penguji, kamu juga harus mencetak skripsi dalam format hardcopy sampai beberapa jilid. Lupakan soal beli ini itu sesuka hati. Belajar mengatur keuangan sejak saat ini penting sekali, karena bisa membantumu mengatur keuangan nanti setelah punya penghasilan sendiri.

4. Skripsi sempurna

Image credit: imperial.ac.uk

Tidak ada salahnya menjadi seorang perfeksionis yang ingin membuat karya sempurna. Toh, skripsi adalah hasil jerih payah yang seharusnya bisa dibanggakan. Bukan sekadar soal nilai A, tapi kamu ingin menjadikan tugas akhirmu ini sebagai mahakarya yang tidak bisa dibantai oleh penguji dari sisi mana pun.

Menjadi perfeksionis saat penulisan tugas akhir akan sangat berbahaya. Bisa-bisa skripsimu tidak akan selesai, padahal ada tenggat waktu tertentu yang harus dipenuhi. Tidak ada karya yang sempurna. Lagipula, sebagus dan selengkap apa pun skripsimu, sudah tugas penguji untuk membantainya demi menguji pemahamanmu.

Demi kelancaran semester akhirmu, berhentilah memikirkan hal-hal yang kurang bermanfaat. Di masa ini, hidup akan terasa sangat cepat dan mungkin sedikit berat. Tenang, ini belum seberapa. Ke depan, masih banyak yang akan lebih mengguncang.

Wahai para pejuang tugas akhir, semangat!

  • Share

Ingin tips karir serta info magang/kerja secara berkala?

Di Bukapintu, kamu bisa belajar segala hal yang diperlukan untuk sukses dalam karirmu. Kamu juga bisa mencari dan mendaftar magang/kerja yang kamu suka.

Dengan mendaftarkan alamat email, kamu akan mendapatkan tips karir serta info magang/kerja setiap minggunya.

Blog comments powered by Disqus.